Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 September 2012

LAYER PRESENTATION

    Presentation Layer merupakan layer keenam pada model referensi OSI layer. Presentation layer berhubungan dengan syntax data yang dipertukarkan diantara aplikasi, dengan tujuan untuk mengatasi perbedaan format penyajian data.
Layer presentation dari model OSI melakukan hanya suatu fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai contoh, suatu koneksi antara PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC character-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani oleh layer ini.

[0310-lapisan-presentasi.jpg]

1. Fungsi Presentation Layer :
· Mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan
· Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan .jpg untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.
· Membantu untuk melakukan enkripsi data dan kompresi data.
· Mendukung file transfer
· Kemampuan untuk melakukan pencetakan (print) pada jaringan
· Surat elektronik (email)
· Pengiriman pesan elektronik (electronic messaging)
· Melakukan browsing pada World Wide Web
2. Karakteristik Presentation Layer :
· Menyajikan data
· Layanan penterjemah
· Menangani pemrosesan seperti enkripsi, tipe data, format data, struktur data
· Dalam urutan bit nomer biner adalah ditransfer satu bit perwaktu.
· Dalam urutan byte perbedaan selama transfer data antara PC dan Macintosh bisa direkonsiliasi.
· Karakter kode translasi meliputi karakter ASCII digunakan untuk mewakili karakter English
3. Protokol dalam presentation layer
Protocol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP). Virtual Terminal Protokol (VTP) merupakan contoh dari protokol pada Presentation layer.
4. Contoh
Satu contoh layanan pressentation adalah encoding data. Kebanyakan pengguna tidak memindahkan string bit biner yang random. Para pengguna saling bertukar data sperti nama orang, tanggal, jumlah uang, dan tagihan. Item-item tersebut dinyatakan dalam bentuk string karakter, bilangan interger, bilangan floating point, struktur data yang dibentuk dari beberapa item yang lebih sederhana. Terdapat perbedaan antara satu komputer dengan komputer lainnya dalam memberi kode untuk menyatakan string karakter (misalnya, ASCII dan Unicode), integer (misalnya komplemen satu dan komplemen dua), dan sebagainya. Untuk memungkinkan dua buah komputer yang memiliki presentation yang berbeda untuk dapat berkomunikasi, struktur data yang akan dipertukarkan dapat dinyatakan dengan cara abstrak, sesuai dengan encoding standard yang akan digunakan “pada saluran”. Presentation layer mengatur data-struktur abstrak ini dan mengkonversi dari representation yang digunakan pada sebuah komputer menjadi representation standard jaringan, dan sebaliknya.
BACA SELENGKAPNYA - LAYER PRESENTATION

Jumat, 14 September 2012

PHYSICAL LAYER

Physical Layer, Standar yang Digunakan Dalam Jaringan Komputer


Standar
Standar adalah suatu hal yang penting dalam penciptaan dan pemeliharaansebuah kompetisi pasar daripada manufaktur perangkat komunikasi danmenjadi jaminan interoperability data dalam proses komunikasi. Standarkomunikasi data dapat dikategorikan dalam 2 kategori yakni kategori defacto (konvensi) dan de jure (secara hukum atau regulasi).

Organisasi Standar
Di bawah ini adalah beberapa organisasi yang concern denganperkembangan standar teknologi telekomunikasi dan data internasionalmaupun dari Amerika
International Standards Organization (ISO). InternationalTelecommunications Union-Telecommunication Standards Section(ITU-T).
American National Standards Institute (ANSI).
Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE).
Electronic Industries Association (EIA).Selain itu terdapat pula organisasi yang bersifat forum ilmiah sepertiFrame Relay Forum dan ATM Forum.Kemudian ada pula organisasi yang berfungsi sebagai agen regulasi,misalnya Federal Communications Commision (FCC).

Standar Internet
Standar internet adalah sebuah proses jalan panjang yang teruji danterspesifikasi sehingga menjadi berguna bagi siapa yang bekerja denganinternet. Tentu saja spesifikasi ini dimulai dengan sebuah draft.Kemudian draft internet ini menjadi dokumen acuan kerja yang memilikiumur 6 bulan. Setelah itu akan mendapatkan rekomendasi dari otoritasInternet dan dipublikasikan sebagai Request for Comment (RFC).


Model OSI dan TCP/IP
Model lapisan/layer yang mendominasi literatur komunikasi data dan jaringansebelum 1990 adalah Model Open System Interconnection (OSI). Setiap orangyakin bahwa model OSI akan menjadi standar terakhir untuk komunikasi data,namun nampaknya hal itu tidak pernah terjadi. Justru protokol TCP/IP yang telahmenjadi arsitektur model lapisan dari protokol internet yang sangat dominanbahkan terus menerus diuji, dikembangkan dan diperluas standarnya.

Model OSI
Adalah sebuah badan multinasional yang didirikan tahun 1947 yang bernama International Standards Organization (ISO) sebagai badan yangmelahirkan standar-standar internasional. ISO ini mengeluarkan jugastandar jaringan komunikasi yang mencakup segala aspek yaitu model OSI.OSI adalah open system yang merupakan himpunan protokol yangmemungkinkan terhubungnya 2 sistem yang berbeda yang berasal dari underlying architecture yang berbeda pula. Jadi tujuan OSI ini adalah untuk memfasilitasi bagaimana suatu komunikasi dapat terjalin dari sistem yangbebeda tanpa memerlukan perubahan yang signifikan pada hardware dan software di tingkat underlying.

para disainer hardware dan jaringan dapat lebih pahamdan flexibel dalam membuat suatu system, sehingga fungsi setiap mesindapat ber-interoperasi (interoperbility) satu sama lain. Setiap mesin/ komputer hanya dapat memanfaatkan service lapisan yang terdapat tepat dilapisan bawahnya. Contoh: Lapisan 3 menggunakan service yang disediakanoleh lapisan 2 dan menyediakan service untuk lapisan 4 dan seterusnya.

Ø Proses peer-to-peer
Bila dua mesin/komputer berinteraksi melakukan proses harus mematuhiaturan dan konvensi yang disebut protokol. Proses yang terjadi padasetiap mesin pada lapisan tertentu disebut peer-to-peer processes (prosespeer-to-peer). Jadi bila 2 mesin akan berkomunikasi pada lapisan tertentumenggunakan protokol yang sama. Dilihat pada Gambar 4.2, messageatau pesan yang dikirim oleh device A menuju device B harus melaluilapisan-lapisan yang paling atas menuju lapisan bawah berikutnyasampai lapisan terbawah kemudian kembali menuju lapisan yang lebihtinggi dan seterusnya melewati lapisan tepat diatasnya. Pesan-pesan yangdikirim adalah berupa informasi yang dibentuk dalam paket-paket dimana pada layer tepat di bawahnya informasi tersebut “dibungkus”. Jadipada sisi penerima informasi yang sampai berupa paket-paket yang telah“dibuka” bungkusannya dan dikonstruksi kembali.

Ø Antarmuka antara lapisan terdekat
Pada saat pengiriman dan penerimaan pesan, lapisan memerlukanantarmuka dengan lapisan atas dan bawahnya yang berdekatan.Sepanjang sebuah lapisan menyediakan layanan yang dimaksud padalayer tepat di atas atau di bawahnya, dapat diimplementasikan fungsiyang termodifikasi atau diganti tanpa memerlukan perubahan di seluruhlapisan.

Ø Pengorganisasian lapisan
Tujuh lapisan yang telah dijelaskan dapat dibagi menjadi 3 sub-kelompok (subgroups). Lapisan 1, 2 dan 3 adalah network support layer (lapisan-lapisan pendukung jaringan). Lapisan 5, 6 dan 7 merupakan user supportlayer (lapisan-lapisan pendukung pengguna). Lapisan 4 adalah transportlayer, yang maksudnya adalah lapisan yang menghubungkan 2 subgroup,sehingga lapisan user support layer dapat “mengerti” pesan yang dikirimnetwork support layer. Gambar 4.3 memperlihatkan seluruh lapisan OSIdengan dimulai pada lapisan 7 yang merupakan data asli.



Physical Layer (Lapisan Fisik)



Lapisan fisik melakukan fungsi pengiriman dan penerimaan bitstream dalam medium fisik. Dalam lapisan ini kita akan mengetahuispesifikasi mekanikal dan elektrikal daripada media transmisi sertaantarmukanya. Hal-hal penting yang dapat dibahas lebih jauh dalamlapisan fisik ini adalah :
· Karakteristik fisik daripada media dan antarmuka.
· Representasi bit-bit. Maksudnya lapisan fisik harus mampumenterjemahkan bit 0 atau 1, juga termasuk pengkodean danbagaimana mengganti sinyal 0 ke 1 atau sebaliknya.
· Data rate (laju data).
· Sinkronisasi bit.
· Line configuration (Konfigurasi saluran). Misalnya: point-to-pointatau point-to-multipoint configuration.
· Topologi fisik. Misalnya: mesh topology, star topology, ringtopology atau bus topology.
· Moda transmisi. Misalnya : half-duplex mode, full-duplex(simplex) mode.
Berbagai lapisan fisik Ethernet standar juga di lapisan ini; Ethernet menggabungkan kedua lapisan ini dan lapisan data link. Hal yang sama berlaku untuk lainnya local-area jaringan, seperti token ring , FDDI , ITU-T G.hn dan IEEE 802.11 , serta jaringan wilayah pribadi seperti Bluetooth dan IEEE 802.15.4 .
BACA SELENGKAPNYA - PHYSICAL LAYER

MENGULAS PERTAHANAN DAN KETAHANAN NASIONAL

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Politik nasional adalah keseluruhan dari kebijaksanaan (umum) yang ditentukan oleh badan-badan legislative Negara yang tertinggi. Hal ini merupakan landasan pokok bagi tindakan-tindakan serta usaha-usaha pemerintahan Negara (dsb) lebih lanjut.
Kebijaksanaan ini (politik) ini memmbuat perumusan (biasanya secara umum) dari pada tujuan-tujuan yang harus digunakan dan cara-cara pengembangan dari arti tersebut.
Startegi nasional adalah keseluruhan dari usaha-usaha dan tindakan-tindakan yang diambil oleh pemerintah suatu Negara untuk mencapai tujuan-tujuan national (yang telah ditentukan dalam politik nasional) dan menggunakan kekuatan-kekuatan nasional, baik yang beersifatnya efektif maupun potensial. Kekuatan ini meliputi semua bidang (segi/aspek) perikehidupan bangsa. Yakni yang merupakan kekuatan dalam bidang ideology, politik, ekonomi, social, budaya dan militer.
Pertahanan negara disebut juga pertahanan nasional adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah sebuah negara dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.
Hakikat
Hakikat pertahanan negara adalah segala upaya pertahanan bersifat semesta yang penyelenggaraannya didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara serta keyakinan pada kekuatan sendiri.
Pertahanan negara dilakukan oleh pemerintah dan dipersiapkan secara dini dengan sistem pertahanan negara.
Pertahanan nasional merupakan kekuatan bersama (sipil dan militer) diselenggarakan oleh suatu Negara untuk menjamin integritas wilayahnya, perlindungan dari orang dan/atau menjaga kepentingan-kepentingannya. Pertahanan nasional dikelola oleh Kementerian Pertahanan. Angkatan bersenjata disebut sebagai kekuatan pertahanan dan, di beberapa negara (misalnya Jepang), Angkatan Bela Diri.
Dalam bahasa militer, pertahanan adalah cara-cara untuk menjamin perlindungan dari satu unit yang sensitif dan jika sumber daya ini jelas, misalnya tentang cara-cara membela diri sesuai dengan spesialisasi mereka, pertahanan udara (sebelumnya pertahanan terhadap pesawat: DCA), pertahanan rudal, dll. Tindakan, taktik, operasi atau strategi pertahanan adalah untuk menentang/membalas serangan.
Jenis pertahanan
Pertahanan militer untuk menghadapi ancaman militer, dan
Pertahanan nonmiliter/nirmiliter untuk menghadapi ancaman nonmiliter/nirmiliter.
Komponen pertahanan
Di Indonesia, sistem pertahanan negara dalam menghadapi ancaman militer menempatkan Tentara Nasional Indonesia sebagai "komponen utama" dengan didukung oleh "komponen cadangan" dan "komponen pendukung". Sistem Pertahanan Negara dalam menghadapi ancaman nonmiliter menempatkan lembaga pemerintah di luar bidang pertahanan sebagai unsur utama, sesuai dengan bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi dengan didukung oleh unsur unsur lain dari kekuatan bangsa.
Komponen utama
"Komponen utama" adalah Tentara Nasional Indonesia, yang siap digunakan untuk melaksanakan tugas tugas pertahanan.
Komponen cadangan
"Komponen cadangan" (Komcad) adalah "sumber daya nasional" yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama.
Komponen pendukung
"Komponen pendukung" adalah "sumber daya nasional" yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan komponen cadangan. Komponen pendukung tidak membentuk kekuatan nyata untuk perlawanan fisik.
"Sumber daya nasional" terdiri dari sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya buatan. Sumber daya nasional yang dapat dimobilisasi dan didemobilisasi terdiri dari sumber daya alam, sumber daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional yang mencakup berbagai cadangan materiil strategis, faktor geografi dan lingkungan, sarana dan prasarana di darat, di perairan maupun di udara dengan segenap unsur perlengkapannya dengan atau tanpa modifikasi.
Komponen pendukung terdiri dari 5 segmen :
Para militer
Polisi (Brimob) - (lihat pula Polri)
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
Perlindungan masyarakat(Linmas) lebih dikenal dengan sebutan pertahanan sipil (Hansip)
Satuan pengamanan (Satpam)
Resimen Mahasiswa (Menwa)
Organisasi kepemudaan
Organisasi bela diri
Satuan tugas (Satgas) partai

Tenaga ahli/profesi
Sumber daya manusia sesuai keahlian atau berdasarkan profesi.
Industri
Semua Industri yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kekuatan utama dan kekuatan cadangan dalam menghadapi ancaman.
Sumber daya alam/buatan dan sarana prasarana
Sumber daya alam adalah potensi yang terkandung dalam bumi, air dan dirgantara yang dalam wujud asalnya dapat didayagunakan untuk kepentingan pertahanan negara.
Sumber daya buatan adalah sumber daya alam yang telah ditingkatkan daya gunanya untuk kepentingan pertahanan negara
Sarana dan prasarana nasional adalah hasil budi daya manusia yang dapat digunakan sebagai alat penunjang untuk kepentingan pertahanan negara dalam rangka mendukung kepentingan nasional.
Sumber daya manusia
Sumber daya manusia adalah warga negara yang secara psikis dan fisik dapat dibina dan disiapkan kemampuannya untuk mendukung komponen kekuatan pertahanan keamanan negara.
Seluruh warga negara secara individu atau kelompok, misalnya organisasi masyarakat (seperti: LSM, dsb)
Pertahanan Negara Merupakan Tanggung Jawab dan Kewajiban Bersama



Jakarta, DMC - Departemen Pertahanan mengembangkan empat prinsip pertahanan negara yaitu pertahanan tri matra terpadu, pertahanan berbasis kemampuan, pertahanan berbasis anggaran dan pertahanan non militer. Hal ini dirangkum dalam suatu cara pandang yang luas sehingga pertahanan negara adalah merupakan suatu tanggung jawab dan kewajiban bersama dari semua unsur masyarakat.

Demikian dikatakan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Rabu (12/3) saat memimpin pertemuan dengan Tim kerja perumus dan pendukung penyusun produk – produk strategis pertahanan di kantor Departemen Pertahanan, Jakarta. Hadir dalam acara tersebut Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin dan beberapa pejabat eselon I dan II di lingkungan Dephan.

Menhan mengatakan, dengan akan adanya pengembangan tentang konsep, doktrin dan postur pertahanan nirmiliter atau non militer, akan melengkapi keterkaitan Dephan dengan instansi lain. Dephan harus mengetahui secara persis aspek prioritas dari Kementerian Ristek dan Teknologi yang memiliki manfaat bagi Badan Usaha Milik Negara Industri Staregis (BUMNIS).

Selain itu Dephan juga dapat mengetahui secara persis, mengenai kewenangan Dephan terhadap BUMNIS yang berhubungan dengan industri pertahanan, sehingga perencanaannya bisa dilaksanakan secara berlanjut. “Dengan mengetahui peta jalan dan pola dari industri nasional, maka Dephan dapat menempatkan industri pertahanan dalam suatu skema yang jelas”, tambah Menhan.

Menjelaskan mengenai produk - produk strategis pertahanan Menhan mengatakan, penyusunan empat produk strategis pertahanan negara merupakan amanat Undang - Undang Pertahanan Negara Tahun 2002. Hal ini juga merupakan wujud dari kewajiban konstitusional dan legal dari Dephan, untuk memenuhi keinginan dari masyarakat dan pemerintah dalam melaksanakan tugas-tugas perumusan cara padang Indonesia sebagai negara dibidang pertahanan dalam arti luas.

Dikatakan Menhan, sejak dahulu sampai dengan sekarang anggaran untuk pertahanan sangat terbatas, sehingga strategi kebijakan yang dibuat seringkali tidak didukung oleh kenyataan, bahwa postur, doktrin dan strategi pertahanan tidak diisi dengan kemampuan efektif.

Sehingga hal ini perlu dilihat sebagai suatu kenyataan yang harus ditangani dengan cermat di waktu medatang dalam merumuskan doktrin, postur dan strategi pertahanan. Sehingga pada revisi doktrin, postur dan strategi pertahanan beberapa tahun mendatang akan lebih mendekati dan relevan dengan keadaaan sesungguhnya dilapangan.

Produk - produk strategis pertahanan negara yang telah diselesaikan oleh Dephan tersebut antara lain meliputi Doktrin Pertahanan Negara, Strategi Pertahanan Negara, Postur Pertahanan Negara dan Buku Putih Pertahanan Negara. Sedangkan Tim kerja perumus dan pendukung penyusun terdiri dari perwakilan Dephan, Lembaga pemerintah dan Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND), Mabes TNI, Mabes Angkatan, Akademisi dan Lembaga Swadaya Masyarakat. (BDI/HDY)

Dinamika Ketahanan Nasional di Indonesia
Posted By Resna Tazkiyatunnafs On 7/13/2010
Under budaya, ekonomi, ideologi, keamanan, ketahanan, nasional, Pancasila, pertahanan, politik, sosial

Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.


Ketahanan Nasional di Indonesia mengenal konsep Astagatra ( 8 aspek kehidupan), yang terdiri dari:
Trigatra (Aspek Alamiah)
Geografi
Kekayaan Alam
Kependudukan

Pancagatra (Aspek Sosial)
Ideologi
Politik
Ekonomi
Sosial Budaya
Hankam

Gatra Geografi
Sebagai Negara Kepulauan dengan laut pedalaman yang luas
Secara Geografis berada pada posisi silang. Berperan dalam persoalan global positif maupun negatif.
Topografi
Banyak pulau
perbandingan luas wilayah darat:laut = 2:3
Berbatasan dengan banyak negara

Gatra Kekayaan Alam
Menurut Jenisnya:
Hewani, Nabati, Mineral, Tanah, Udara, Potensi ruang angkasa, Energi alami air dan lautan
Menurut Sifatnya:
Dapat diperbarui, tidak dapat diperbarui, dan tetap

Gatra Kependudukan
Komposisi penduduk
Jumlah penduduk berubah-ubah dan terus bertambah
Susunan penduduk, pendekatan umur, kelamin, agama, suku, tingkat pendidikan yang berbeda-beda dan diperlukan untuk memperkuat kondisi ketahanan nasional
Persebaran
Persebaran tidak merata, banyak di Pulau Jawa, Sumatera, dan Bali
Kualitas
Faktor fisik: kesehatan, gizi, dan kebugaran
Faktor nonfisik: mentalitas dan intelektualitas

Ideologi
Ketahanan Ideologi adalah sikap mental bangsa Indonesia akan kebenaran ideologi Pancasila.
Fungsi:
Menggalang persatuan dan kesatuan nasional
Menangkal penetrasi ideologi asing
Menagkal nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa
Faktor-faktor:
Kemajemukan masyarakat Indonesia
Perkembangan dunia
Kepemimpinan, keteladanan, paternalistik
Pembangunan nasional berhasil atau gagal

Politik
Ketahanan politik adalah kehidupan politik bangsa berdasarkan demokrasi pancasila dan UUD 1945 dengan slogan “Pelihara stabilitas politik dalam negeri yang sehat dan dinamis, luar negeri bebas dan aktif”
Unsur-unsur



Ekonomi
Ketahanan Ekonomi adalah kondisi kehidupan perekonomian bangsa Indonesia berlandaskan demokrasi ekonomi Pancasila. Kemampuan memelihara stabilitas ekonomi nasional, kemandirian, daya saing. Mewujudkan kemakmuran rakyat, adil, dan merata.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
Sifat keterbukaan sistem perekonomian
Manajemen
SDM
Pengelolaan Sumber dana
Infrastruktur sarana dan prasarana
Teknologi

Sosial Budaya
Ketahanan Sosial Budaya adalah kondisi bangsa yang dijiwai kepribadian nasional pancasila.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
Kebudayaan daerah
Kebudayaan nasional
Integritas nasional
Kehidupan beragama
Pendidikan
Pembinaan Ketahanan Sosbud:
Pengembangan sosial budaya
Toleransi kehidupan beragama
Perkembangan IPTEK

Pertahanan dan Keamanan
Konsepsi hankam:
Mengelola potensi nasional untuk mempertahankan dan mengamankan negara dengan TNI dan Polri sebagai komponen utama.
Tanmas Hankam adalah kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara.
Pandangan Bangsa Indonesia tentang perang dan damai.
Bela negara merupakan hak dan kewajiban warga negara.
Sishankamrata (sistem keamanan rakyat semesta)
BACA SELENGKAPNYA - MENGULAS PERTAHANAN DAN KETAHANAN NASIONAL